Bahaya Paparan Pestisida bagi Petani dan Cara Pencegahannya

Dec 15, 2025

Bahaya paparan pestisida masih menjadi risiko nyata dalam praktik pertanian konvensional. Dalam proses penyemprotan manual, petani sering berada sangat dekat dengan sumber bahan kimia, khususnya saat aplikasi di lapangan. Kondisi ini membuat paparan pestisida sulit dihindari dan kerap dianggap sebagai bagian dari pekerjaan sehari hari meskipun dampaknya terhadap kesehatan tidak bisa dipandang ringan.

Faktanya, paparan pestisida secara berulang bukan hanya memengaruhi kenyamanan kerja, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami risiko yang ditimbulkan sekaligus mengetahui cara pencegahan yang lebih aman dan relevan dengan kondisi pertanian saat ini.

 

Baca Juga: Ini Peran Drone Dalam Mengurangi Limbah Pestisida dan Pupuk

 

 

Bahaya Paparan Pestisida bagi Petani

 

Bahaya Paparan Pestisida bagi Petani

 

Paparan pestisida pada petani tidak selalu langsung terasa dampaknya. Namun, jika terjadi berulang dan dalam jangka panjang, risiko kesehatan dapat meningkat secara signifikan. Berikut beberapa bahaya utama yang perlu Anda pahami:

 

Gangguan Pernapasan

Saat penyemprotan dilakukan secara manual, droplet pestisida sangat mudah terhirup apalagi jika petani tidak menggunakan masker. Hal ini dapat meningkatkan risiko iritasi saluran pernapasan yang mencetuskan batuk kronis, sesak napas, hingga penurunan fungsi paru-paru. 

Risiko kondisi tersebut meningkat ketika penyemprotan dilakukan tanpa kontrol arah angin atau di area terbuka dengan sirkulasi udara tidak stabil.

 

Iritasi Kulit dan Mata

Kontak langsung pestisida dengan kulit dan mata merupakan risiko yang paling sering terjadi di lapangan. Gejalanya bisa berupa gatal, kemerahan, perih, hingga iritasi berkepanjangan. 

Dalam beberapa kasus, paparan pestisida berulang juga dapat memicu alergi kulit yang semakin sensitif terhadap bahan kimia.

 

Gangguan Sistem Saraf

Paparan pestisida tertentu dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi sistem saraf. Beberapa gejala awal yang sering diabaikan antara lain pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, dan gangguan tidur. Jika terus berlanjut, risiko gangguan saraf bisa menjadi lebih serius.

 

Risiko Penyakit Kronis

Paparan pestisida yang terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti gangguan hati, gangguan hormonal, hingga penurunan daya tahan tubuh. Risiko ini sering muncul tanpa disadari karena efeknya bersifat akumulatif, bukan instan.

 

 

Cara Mencegah Penyakit Akibat Paparan Pestisida

 

Cara Mencegah Penyakit Akibat Paparan Pestisida

 

Pencegahan paparan pestisida perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih sistematis. Penggunaan alat pelindung diri tetap penting, namun tidak cukup jika metode kerja masih konvensional yang menempatkan petani terlalu dekat dengan bahan kimia.

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan pestisida adalah dengan mengubah metode aplikasi pestisida. Di sinilah peran teknologi drone pertanian menjadi semakin relevan. Dengan drone, proses spraying dan spreading dapat dilakukan tanpa kehadiran langsung petani di area semprot.

Operator mengendalikan drone dari jarak aman, sehingga risiko terhirup atau terkena cairan pestisida dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, drone pertanian mampu menyemprot secara lebih presisi dan merata. Volume cairan dapat dikontrol sesuai kebutuhan tanaman, sehingga tidak terjadi penyemprotan berlebih yang justru meningkatkan paparan dan pemborosan bahan.

Durasi kerja yang lebih singkat juga menjadi keuntungan tambahan. Semakin cepat proses aplikasi selesai, semakin kecil pula peluang paparan pestisida terhadap operator.

 

Mencegah Penyakit Akibat Paparan Pestisida

 

 

Kesimpulan

 

Risiko kesehatan akibat paparan pestisida merupakan masalah nyata dalam pertanian konvensional. Jika dibiarkan, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan petani dalam jangka panjang. Mengurangi risiko ini tidak cukup hanya dengan alat pelindung diri, tetapi membutuhkan perubahan cara kerja yang lebih aman.

Penggunaan drone pertanian merupakan cara terbaik untuk mencegah risiko kesehatan akibat paparan pestisida. Teknologi ini memungkinkan penyemprotan (spraying) dan penebaran (spreading) dilakukan secara presisi, efisien, dan jauh lebih aman bagi petani.

Ingin mengolah lahan pertanian dengan lebih efisien, produktif, dan aman? PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) siap menjadi mitra terbaik Anda!

TSIT merupakan authorized dealer drone DJI Agriculture. TSIT menyediakan drone pertanian DJI Agras T25P, T70P, dan T100 untuk kebutuhan spraying dan spreading, lengkap dengan layanan purna jual profesional. 

Klik WhatsApp TSIT untuk terhubung dengan tim kami dan mulai beralih ke sistem kerja pertanian yang lebih aman serta modern!

Tags article drone pertanian drone sprayer
Halaman sebelumnya

 

Jakarta

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A

Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol,

Kec.Pademangan, Jakarta Utara 14430

Pekanbaru

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Jl. Riau No.26, Kp. Baru, Kec. Senapelan,

Kota Pekanbaru, Riau 28291