Cara Mencegah Drone Mengalami Overheating di Lahan Pertanian

Nov 12, 2025

Saat sedang menjalankan misi penyemprotan atau pemetaan di lahan, drone Anda tiba-tiba terasa lebih panas dari biasanya. Kondisi ini sering membuat khawatir, karena overheating berpotensi merusak komponen. Karena itu, memahami cara mencegah drone mengalami overheating menjadi hal yang sangat penting bagi petani yang menggunakan drone hampir setiap hari.

Tidak dimungkiri, drone overheating memang tidak selalu terlihat dari awal. Gejalanya samar, sering dianggap wajar, dan baru terasa ketika drone sudah mengalami penurunan tenaga, motor lebih bising, atau baterai cepat panas. 

Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah drone mengalami overheating. Apa saja?

 

Baca Juga: Mau Pilih Drone Pertanian yang Tepat? Kenali Dulu Komponen Kuncinya!

 

 

Pastikan Ventilasi dan Motor Tidak Tersumbat Debu

 

Debu, serpihan tanaman, dan partikel halus adalah musuh utama sistem ventilasi drone. Ketika bagian ini tersumbat, aliran udara menjadi tidak optimal sehingga motor dan elektronik mudah panas. Petani yang bekerja di lahan kering atau berdebu sering mengalami hal ini tanpa disadari.

Untuk itu, Anda perlu membersihkan drone setelah beroperasi. Hal ini sangat membantu menjaga sirkulasi udara tetap lancar. Fokuskan pembersihan pada area motor, ventilasi samping, dan bagian bawah drone tempat debu sering menumpuk.

 

 

Jaga Kecepatan Terbang dalam Batas Wajar

 

Jaga Kecepatan Terbang dalam Batas Wajar

 

Drone yang terbang terlalu cepat dalam jangka panjang akan memaksa motor bekerja lebih keras. Ini membuat suhu motor naik lebih cepat dan memicu overheating. Operator sering meningkatkan kecepatan untuk menghemat waktu, padahal justru membuat beban kerja motor tidak seimbang.

Faktanya, mengatur kecepatan sesuai rekomendasi misi penyemprotan sangat membantu menjaga suhu drone tetap stabil. Anda juga bisa memanfaatkan mode otomatis pada drone modern untuk memastikan kecepatan tetap konsisten selama operasi.

 

 

Gunakan Baterai yang Sehat dan Tidak Mengembung

 

Baterai yang melemah, memiliki sel tidak seimbang, atau mulai menggembung lebih mudah mengalami kenaikan suhu. Suhu baterai yang tinggi akan memengaruhi keseluruhan performa drone dan mempercepat risiko overheating.

Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memeriksa kondisi baterai sebelum terbang. Jika suhu awal baterai sudah di atas normal meskipun belum digunakan, sebaiknya beri jeda waktu sebelum memulai misi.

 

 

Hindari Terbang pada Cuaca Ekstrem

 

Hindari Terbang pada Cuaca Ekstrem

 

Cuaca panas dapat mempercepat kenaikan suhu motor dan baterai. Drone yang bekerja langsung di bawah matahari terik dalam waktu lama akan menyerap panas lebih cepat. Tidak heran jika banyak kasus overheating terjadi pada siang hari di musim kemarau.

Karenanya, jika memungkinkan, lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari ketika suhu lebih sejuk. Selain mengurangi risiko overheating, penyemprotan pada jam tersebut juga lebih efektif bagi tanaman.

 

 

Istirahatkan Drone di Antara Sesi Terbang

 

Drone pertanian biasanya membawa beban cairan cukup berat, sehingga siklus terbang yang panjang membuat komponen internal bekerja ekstra keras. 

Atas dasar itu, Anda disarankan untuk memberikan jeda beberapa menit di antara sesi terbang. Ini membantu menurunkan suhu motor, ESC, dan baterai sebelum kembali digunakan. Jeda singkat ini jauh lebih baik dibanding memaksakan drone bekerja terus-menerus, yang dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang.

 

 

Lakukan Kalibrasi Teratur dan Perawatan Berkala

 

Lakukan Kalibrasi Teratur dan Perawatan Berkala

 

Drone modern memiliki sistem kontrol suhu yang bekerja otomatis. Namun jika sensor atau motor tidak dikalibrasi dengan baik, sistem pendinginan tidak akan bekerja optimal. Perawatan berkala seperti pengecekan motor, firmware update, hingga pemeriksaan propeller sangat membantu mencegah suhu berlebih.

Perawatan sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh dalam cara mencegah drone mengalami overheating di lapangan.

 

 

Kesimpulan

 

Menjaga drone tetap berada pada suhu ideal adalah kunci untuk memastikan kinerja yang stabil dan aman di lapangan. Dengan memahami cara mencegah drone mengalami overheating, petani dapat memperpanjang umur pakai perangkat, menjaga performa tetap konsisten, serta mengurangi risiko kerusakan komponen penting. Jangan biarkan drone Anda bekerja di luar batas suhu aman!

Butuh drone pertanian yang sudah dibekali sistem proteksi suhu yang lebih baik? Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) siap menyediakannya untuk Anda!

TSIT adalah authorized dealer untuk drone pertanian DJI Agras, mulai dari T25P, T50, hingga T100, juga menyediakan drone mapping seperti DJI Mavic 3 Multispectral. Selain menghadirkan unit aircraft, TSIT juga menyediakan aksesoris original dan dukungan after sales yang memastikan drone Anda selalu siap digunakan.

Ingin meningkatkan efisiensi kerja di lahan dengan perangkat yang lebih aman dan andal? Hubungi TSIT dengan Klik di Sini!

Tags article drone pertanian
Halaman sebelumnya

 

Jakarta

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A

Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol,

Kec.Pademangan, Jakarta Utara 14430

Pekanbaru

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Jl. Riau No.26, Kp. Baru, Kec. Senapelan,

Kota Pekanbaru, Riau 28291