6 Penyebab Hasil Semprotan Drone Tidak Merata

Nov 11, 2025

Saat sedang menyemprot lahan menggunakan drone, Anda mungkin pernah melihat ada bagian tanaman yang tampak basah sempurna sementara area lain justru kering. Situasi ini sering membuat operator bertanya-tanya: apa yang berubah dari drone hari itu? Mengapa hasil semprotan drone tidak merata?

Banyak petani mengira kondisi tersebut disebabkan angin semata. Padahal, ada banyak faktor lain yang memengaruhi akurasi penyemprotan. 

Lantas, apa saja penyebabnya, dan bagaimana cara memperbaikinya? Cek penjelasan berikut!

 

 

Nozzle Tersumbat atau Kotor

Salah satu penyebab hasil semprotan drone tidak merata yang paling umum adalah nozzle tersumbat. Faktanya, endapan pupuk cair atau pestisida sering kali menempel di bagian dalam nozzle dan membuat debit cairan berkurang atau bahkan tidak keluar sama sekali.

Ketika satu atau dua nozzle mengeluarkan cairan lebih sedikit, pola semprotan langsung berubah. Area tertentu akan mendapatkan semprotan lebih tipis, sementara area lain tetap normal.

Jika hal ini terjadi berulang, besar kemungkinan nozzle pada drone pertanian Anda mengalami sumbatan ringan maupun berat. Supaya tidak mengalami hal tersebut, Anda wajib membersihkan nozzle dengan saksama setiap selesai beroperasi. 

 

Baca Juga: Tips Kalibrasi Nozzle Drone Sprayer Agar Fungsinya Optimal

 

 

Tekanan Pompa Tidak Stabil

 

Tekanan Pompa Tidak Stabil

 

Drone sprayer bekerja dengan sistem tekanan tertentu untuk menjaga volume cairan tetap konsisten. Jika pompa melemah, aus, atau tidak bekerja sebagaimana mestinya, debit semprotan akan berubah.

Tekanan yang terlalu rendah membuat semprotan tidak mencapai jarak optimal. Sementara itu, tekanan yang terlalu tinggi membuat distribusi menjadi berlebihan di satu titik. Kondisi ini sering terjadi ketika pompa sudah mulai aus atau setelah drone dipakai intensif pada musim tanam.

 

 

Kalibrasi Sistem Spraying Belum Tepat

 

Drone generasi terbaru memang memiliki fitur auto-calibration yang membantu menyesuaikan debit cairan. Namun, tetap saja, kalibrasi manual maupun otomatis bisa meleset jika dilakukan tanpa persiapan yang benar.

Misalnya, tangki tidak diisi air bersih saat proses kalibrasi, nozzle tidak dalam kondisi bersih, atau drone tidak berada pada permukaan datar. Hal-hal kecil ini bisa menjadi faktor besar dalam penyebab hasil semprotan drone tidak merata, karena kalibrasi yang salah akan membuat debit cairan tidak sesuai standar.

 

 

Pengaruh Angin dan Kondisi Cuaca

 

Pengaruh Angin dan Kondisi Cuaca

 

Drone memang dirancang tahan angin. Namun, semprotan cairan tetap bisa terbawa angin, apalagi jika kecepatan angin sudah melewati batas ideal. Semprotannya bisa bergeser ke arah tertentu sehingga distribusinya tidak merata.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya menghindari penyemprotan saat angin kencang, terutama pada lahan terbuka tanpa penghalang. Cuaca terlalu panas juga bisa memicu penguapan cairan sebelum mencapai permukaan tanaman.

 

 

Kecepatan Terbang yang Tidak Sesuai

 

Drone yang terbang terlalu cepat menyebabkan semprotan tidak sempat jatuh merata ke tanaman. Sebaliknya, jika terlalu lambat, semprotan bisa terlalu tebal di titik tertentu.

Atas dasar itu, kecepatan terbang harus disesuaikan dengan jenis tanaman, kerapatan vegetasi, jenis cairan, debit semprot. Waspada, kesalahan pengaturan sering terjadi pada operator baru yang belum terbiasa menyesuaikan parameter terbang.

 

 

Setting Ketinggian Tidak Tepat

 

Setting Ketinggian Tidak Tepat

 

Ketinggian terbang menentukan seberapa luas dan merata cairan akan jatuh ke tanaman. Jika drone terlalu tinggi, semprotan mudah terbawa angin. Jika terlalu rendah, penyemprotan menjadi terlalu terfokus pada satu titik.

Karenanya, pengaturan ketinggian wajib stabil, terutama pada lahan yang tidak rata. Drone dengan sensor terrain-following memang sangat membantu, tetapi data yang kurang akurat tetap bisa membuat pola semprotan berubah.

 

 

Kesimpulan

 

Memahami penyebab hasil semprotan drone tidak merata membantu petani bekerja lebih efisien dan menghindari pemborosan bahan kimia. Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, Anda dapat memastikan drone pertanian selalu bekerja optimal dan produktivitas lahan tetap meningkat.

Jika Anda berencana memiliki drone pertanian sendiri untuk mendukung pekerjaan di lapangan, Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) siap menjadi mitra terpercaya Anda! 

TSIT merupakan authorized dealer DJI Agras dan menyediakan berbagai drone spraying seperti DJI Agras T50, T25P dan T100, serta drone mapping DJI Mavic 3 Multispectral. Tersedia juga aksesoris original dan layanan after sales profesional untuk memastikan perangkat Anda selalu siap digunakan.

Siap meningkatkan efisiensi dan hasil panen dengan teknologi yang tepat? Klik Hubungi Kami dan tim TSIT akan membantu Anda menemukan solusi terbaik.

Tags article drone pertanian
Halaman sebelumnya

 

Jakarta

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A

Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol,

Kec.Pademangan, Jakarta Utara 14430

Pekanbaru

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Jl. Riau No.26, Kp. Baru, Kec. Senapelan,

Kota Pekanbaru, Riau 28291