Tips Mengurangi Paparan Pestisida saat Bekerja di Sawah

Dec 27, 2025

Bekerja di sawah tidak bisa dilepaskan dari penggunaan pestisida. Mulai dari pengendalian hama hingga pencegahan penyakit tanaman, pestisida masih menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas. Namun di balik manfaatnya, ada risiko kesehatan yang sering luput dari perhatian, yaitu paparan pestisida pada tubuh petani.

Paparan ini bisa terjadi secara langsung maupun tidak disadari, terutama saat proses pencampuran dan penyemprotan dilakukan secara manual. Jika dibiarkan, paparan berulang dapat berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. 

Oleh karena itu, penting bagi petani untuk mengetahui langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko paparan pestisida saat bekerja di sawah. Berikut ulasannya:

 

Baca Juga: Ini Peran Drone Dalam Mengurangi Limbah Pestisida dan Pupuk

 

 

Gunakan Alat Pelindung Diri yang Sesuai

 

Gunakan Alat Pelindung Diri yang Sesuai

 

Langkah paling dasar untuk mengurangi paparan pestisida saat bekerja di sawah adalah menggunakan alat pelindung diri. Masker, sarung tangan, sepatu bot, dan pakaian lengan panjang membantu mengurangi kontak langsung antara tubuh dan cairan semprot.

Meski terlihat sederhana, penggunaan alat pelindung diri sering diabaikan karena dianggap tidak nyaman. Padahal, perlindungan ini sangat penting terutama saat penyemprotan dilakukan dalam waktu lama atau dengan dosis tertentu.

 

 

Perhatikan Arah Angin dan Waktu Penyemprotan

 

Paparan pestisida pada petani sering terjadi karena droplet terbawa angin dan terhirup. Oleh karena itu, petani dianjurkan untuk memperhatikan arah angin sebelum mulai menyemprot. Usahakan menyemprot searah angin dan hindari kondisi angin kencang.

Selain itu, waktu penyemprotan juga berpengaruh. Pagi atau sore hari umumnya lebih aman karena suhu tidak terlalu tinggi dan angin relatif lebih stabil dibandingkan siang hari.

 

 

Hindari Kontak Langsung saat Pencampuran Pestisida

 

Hindari Kontak Langsung saat Pencampuran Pestisida

 

Tahap pencampuran pestisida sering kali menjadi sumber paparan yang paling besar. Cairan pekat yang belum diencerkan bisa berbahaya jika langsung terkena kulit atau terhirup.

Karenanya, dianjurkan untuk menggunakan wadah tertutup, lakukan pencampuran di area terbuka, dan hindari menyentuh larutan langsung dengan tangan. Jika memungkinkan, gunakan alat bantu agar proses pencampuran lebih aman dan terkontrol.

 

 

Kurangi Durasi dan Frekuensi Penyemprotan Manual

 

Semakin lama Anda berada di area semprot, semakin besar pula risiko paparan pestisida. Penyemprotan manual yang memakan waktu lama sebaiknya mulai dikurangi, terutama pada lahan yang luas.

Dengan mengurangi durasi kerja di area semprot, risiko kesehatan dapat ditekan tanpa mengurangi efektivitas pengendalian hama dan penyakit tanaman.

 

 

Gunakan Drone Sprayer 

 

gunakan drone sprayer dji agras

 

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi paparan pestisida adalah dengan menggunakan drone sprayer. Dengan teknologi ini, penyemprotan dilakukan tanpa kehadiran langsung petani di area semprot.

Operator mengendalikan drone dari jarak aman, sehingga risiko terhirup atau terkena cairan pestisida dapat ditekan secara signifikan. Selain lebih aman, drone sprayer juga menawarkan hasil semprot yang lebih merata dan presisi. Dosis dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman, sehingga tidak terjadi penyemprotan berlebihan.

Penggunaan drone sprayer sangat membantu pada lahan sawah yang luas atau area yang sulit dijangkau secara manual. Waktu kerja menjadi lebih singkat, tenaga lebih efisien, dan keselamatan petani lebih terjaga.

 

 

Jaga Kebersihan Setelah Penyemprotan

Setelah selesai bekerja, segera cuci tangan, wajah, dan pakaian yang digunakan saat penyemprotan. Jangan menunda terlalu lama karena residu pestisida bisa menempel pada kulit dan pakaian.

Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi paparan lanjutan setelah pekerjaan di sawah selesai, terutama sebelum makan atau beristirahat.

 

 

Kesimpulan

Paparan pestisida merupakan risiko nyata yang dihadapi petani saat bekerja di sawah. Namun risiko tersebut dapat dikurangi dengan langkah langkah yang tepat, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, pengaturan waktu kerja, hingga perubahan metode penyemprotan.

Pemanfaatan drone sprayer menjadi solusi modern yang tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga membantu melindungi kesehatan petani. Dengan jarak kerja yang lebih aman dan hasil semprot yang presisi, risiko paparan pestisida dapat ditekan secara signifikan.

Anda ingin beralih ke sistem penyemprotan pestisida yang lebih aman dan efisien? Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) punya solusinya!

TSIT sebagai authorized dealer drone DJI Agriculture menyediakan berbagai pilihan drone sprayer untuk kebutuhan lahan pertanian dan perkebunan Anda, termasuk DJI Agras T25P, T70P, serta T100. 

Temukan drone pertanian yang paling sesuai dengan lahan Anda dengan berkonsultasi langsung kepada kami melalui WhatsApp TSIT!

Tags article drone pertanian drone sprayer
Halaman sebelumnya

 

Jakarta

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Gedung WTC Mangga Dua Lt. 3A

Jl. Mangga Dua Raya No. 8, Kel. Ancol,

Kec.Pademangan, Jakarta Utara 14430

Pekanbaru

PT TRIBUANA SOLUSI INOVASI TEKNOLOGI

Jl. Riau No.26, Kp. Baru, Kec. Senapelan,

Kota Pekanbaru, Riau 28291