Penyemprotan tanaman tentu jadi bagian dalam budidaya hortikultura yang berfungsi menjaga untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit. Akan tetapi, metode penyemprotan manual kerap tidak bekerja dengan efektif dan kerap butuh tenaga besar, khususnya di lahan luas.
Demi mengatasi hal ini, inovasi teknologi pertanian dikembangkan agar menjadi solusi praktis, berupa drone sprayer. Salah satu drone terbaik yang kini banyak digunakan petani Indonesia adalah DJI Agras, untuk kebutuhan pertanian modern.
Agar penyemprotan dengan drone sprayer berjalan optimal, berikut beberapa syarat dan ketentuan yang bisa Anda perhatikan.
Apa itu Drone Sprayer?

Drone sprayer adalah jenis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang dikhususkan untuk menyemprot pupuk, pestisida, dan nutrisi untuk tanaman. Drone ini punya ukuran yang lebih besar, karena dilengkapi tangki yang mampu menampung hingga 100 liter cairan, seperti pada DJI Agras T100.
Drone sprayer biasanya dilengkapi berbagai fitur unggulan, seperti automatic obstacle avoidance, sistem nozzle khusus, kamera dan berbagai sensor canggih untuk mengoptimalkan fungsinya ketika beroperasi di lahan pertanian atau perkebunan.
Baca Juga: Rekomendasi Drone Pertanian Sprayer Terbaik & Paling Efisien
Tips Penyemprotan Lahan dengan Drone Sprayer

Kenali Kondisi Lahan
Sebelum melakukan penyemprotan, terlebih dahulu Anda harus memahami kondisi dan kriteria lahan hortikultura, seperti:
- Pastikan lahan terbuka dan tidak banyak mendapatkan rintangan, seperti pepohonan tinggi, kabel listrik, atau bangunan, hal ini dimaksudkan agar drone bisa terbang dengan stabil dan aman.
- Permukaan tanah datar agar drone lebih mudah menyesuaikan ketinggian dan penyemprotan.
- Hindari penyemprotan dalam kondisi tanah lembek atau basah setelah hujan deras karena dapat menurunkan efektivitas pestisida.
- Pastikan juga tanaman tidak sedang berbuah saat akan dilakukan penyemprotan karena bisa menyebabkan kerusakan pada bunga dan tanaman.
Cuaca dan Waktu Penyemprotan
Faktor cuaca tentu mempengaruhi proses penyemprotan. Drone sprayer lebih baik digunakan saat tidak hujan dan berkabut, serta kecepatan angin sedang rendah. Selain itu, agar tidak mengganggu, penyemprotan cairan pestisida maupun nutrisi tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar tidak mudah menguap.
Jenis Cairan yang Tepat
Siap cairan sesuai kebutuhan jenis tanaman hortikultura. Gunakan pestisida atau pupuk cair yang direkomendasikan agar konsentrasi larutan sesuai standar dan kebutuhan tanaman.
Drone sprayer DJI Agras sudah dilengkapi sistem atomisasi dan pengaturan penyemprotan, sehingga cairan dapat tersebar merata.
Monitoring Drone
Sebelum digunakan, pastikan drone bekerja akurat. Lakukan kalibrasi dan uji penyemprotan untuk mengecek tekanan dan debitnya. Pastikan baterai penuh dan sistem navigasi aktif.
Operator Bersertifikat
Penggunaan drone sprayer tentu butuh operator dengan keahlian khusus. Mereka haru paham mengatur ketinggian, penerbangan dan teknik pengisian serta perawatan drone. Itu sebabnya, operator profesional dan sertifikat dibutuhkan untuk pengoperasian drone aman.

Kesimpulan
Penyemprotan lahan hortikultura dengan drone sprayer membawa banyak manfaat. Namun, untuk memperoleh hasil terbaik, petani perlu memenuhi berbagai syarat.
Dengan memanfaatkan DJI Agras, petani Indonesia kini bisa mengoptimalkan produksi hortikultura secara modern, efisien, dan berkelanjutan.
Butuh drone pertanian berteknologi canggih? Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) siap membantu Anda.
TSIT adalah authorized dealer untuk drone sprayer dan spreader dari DJI Agras T25, T25P, T50, dan T100 serta drone pemetaan yakni DJI Mavic 3 Multispectral.
Info lebih lengkap? klik di sini